Microsoft pada Selasa (09/09) lalu telah meluncurkan summary bulletin keamanan bulan September 2008. Empat bulletin tersebut antara lain, Windows GDI+, Windows Media Player, dan Microsoft Office OneNote, dan keempatnya telah mendapat perhatian penuh Microsoft dan pihaknya akan memberikan hasil patch dari kelemahan IE pada bulan ini. Mulai bulan depan, Microsoft berencana untuk share detail teknisnya dari kelemahan yang ada di software milik Microsoft, yang sekaligus mengupdate produk yang terkena imbasnya, sebelum software tersebut diumumkan ke public.
Selain itu, pada bulan Oktober, Microsoft juga akan mulai menyediakan setiap bulletin dengan sebuah Exploitability Index untuk membantu administrator system memasukan patch dalam bulletin. Semua patch keamanan Microsoft, baik untuk Windows ataupun Office dapat diperoleh dari Microsoft Update atau keterangan di bawah ini :
MS08-052, dengan judul “Vulnerabilities in GDI+ Could Allow Remote Code Execution (954593)”. Kelemahan tersebut ada pada software Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, and Windows Server 2008, Microsoft Internet Explorer 6 Service Pack 1 ketika diinstal di Microsoft Windows 2000 Service Pack 4. Selain itu juga ada Microsoft Digital Image Suite 2006, SQL Server 2000 Reporting Services Service Pack 2, semua SQL Server 2005, Microsoft Report Viewer 2005 Service Pack 1, dan Microsoft Report Viewer 2008. Microsoft mengungkapkan kelemahan dalam semua software tersebut dapat menyebabkan eksekusi kode tertentu, jika user melihat file gambar terentu menggunakan software di atas atau browsing ke website yang mengandung content yang ‘jahat’.
MS08-053, dengan judul “Vulnerability in Windows Media Encoder 9 Could Allow Remote Code Execution (954156)”. Kelemahan tersebut dapat berimbas pada Microsoft Windows 2000, Windows XP, dan Windows Vista, Windows Server 2003 dan Windows Server 2008. Microsoft mengunkapkan kelemahannya yakni menyebabkan adanya eksekusi kode yang ‘jahat’, jika user melihat website yang ‘jahat’. Attacker yang sukses mengeksploitasi kelemahan dalam software tersebut, kemudian akan mengambil alih control system secara penuh.
MS08-054, dengan judul “Vulnerability in Windows Media Player Could Allow Remote Code Execution (954154)”. Kelemahan tersebut akan memberikan efek ke Windows Media Player 11. Microsoft menjelaskan bahwa kelemahan dalam Windows Media Player 11 dapat memudahkan eksekusi kode dari jarak jauh oleh attacker, ketika file audio ‘jahat’ masuk ke server Windows Media. Jika user log on dengan menggunakan kunci adiministratif milik user, maka attacker yang sukses mengeksploitasi kelemahan ini dapat mengambil seluruh control ke system computer.
MS08-055, dengan judul “Vulnerability in Microsoft Office Could Allow Remote Code Execution (955047)”. Kelemahan terjadi pada Microsoft Office OneNote 2007 dan Microsoft Office XP, Microsoft Office 2003, dan 2007 Microsoft Office System. Microsoft menjelaskan, jika user meng-click URL OneNote yang ‘jahat’, maka attacker kemudian akan mudah mengontrol system computer user.
Kamis, 16 Juni 2011
Kamis, 09 Juni 2011
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.
Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.
Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).
Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.
Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.
Asam Lemak
Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.
Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.
Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.
Antioksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.
Langganan:
Postingan (Atom)